JATUH CINTA EPS 3

Bayu merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memejamkan matanya. Pikirannya melayang mengingat kejadian tadi. Tiba-tiba hatinya sesak saat mengetahui fakta bahwa Sarah mau menikah. “aku masih menyukaimu Sarah…” bisiknya dengan suara lirih di tengah sunyinya kamar luasnya itu. 
14 Tahun yang lalu 
“Mah, aku berangkat dulu.” Bayu mencium tangan Mamahnya dan bergegas berlari. Karena rumahnya dengan sekolah lumayan dekat. Ramai lalu lalang siswa SMA Nusa Bangsa berjalan kaki, menggunakan sepeda kayuh bersenda gurau. 
“Bayu … “ teriak Zahra dari kejauhan. Sambil berlari kecil gadis itu menghampiri Bayu. Bayu tersenyum. Mereka berjalan beiringan sambil bercerita tentang surat yang diselipkan dalam buku matematikanya. Setelah sampai di kelas mereka berpisah dan saling berjabat tangan. Mereka adalah sahabat dari kelas 1 SMA kemudian di kelas 2 semester 2 ini mereka berpacaran. Saat itu mereka begitu canggung dan kebingungan karena sudah terbiasa berteman sekarang menjadi sepasang kekasih. Bayu masih menatap dan memperhatikan Sarah sampai masuk ke kelasnya setelah tak terlihat barulah Bayu masuk kelasnya. Mereka beda kelas tapi satu angkatan. 
“hai bro” sapa Andre 
Bayu hanya mengangguk kemudian duduk di bangkunya. Hari pelajaran matematika Bayu tak begitu menyukainya jadi dia melamun keluar jendela pas sekali duduknya sebelah jendela yang menghubungkan lapangan di sebelah kelas nya itu. Setelah melewati jam pertama sampai akhir Bayu masih saja sibuk dalam lamuannya. Tak terasa bunyi bel pulang. 
Teng teng 
Semua siswa keluar dari kelasnya dengan bahagia. Bayu menunggu di depan kelas Sarah, tak kunjung dia datang kemudian Bayu mengeluarkan ponselnya yang bertuliskan merk Nokia 2100. Mengirim pesan. Tak kunjung ada balasan kemudian Bayu terpaksa masuk kelasnya. Matanya yang tajam menulusuri seluruh ruangan kelas itu. Sarah tidak ada. Bayu menanyakan ke teman kelas sarah. 
“eh maaf mau Tanya, Sarah kemana ya? “ Tanya bayu dengan nada khawatir. 
“sepertinya tadi jam ke 2 waktu pelajaran IPS dia pulang. Orang tuanya datang menjemput ke Sekolah.” Jelas teman Sarah.
Bayu bergegas keluar dan tak lupa mengucapkan terimakasih. Dia masuk kerumah dan segera berganti pakaian, mengeluarkan sepedanya dan mengayuhnya. Suara Mamahnya bergema memanggil tak di hiraukannya. Bayu mengebut. 
Bersambung …

Komentar

Postingan Populer