(MULUT) MU BISA ULAR
Udara sejuk menembus hidung
Hembusan angin manja
Terusik aku dalam diam
Memahat kerinduan
Tetesan kenangan begitu pilu
Hujaman masa lalu
Membentuk bola salju
Menjadi es beku; keras
Kata durjana kau ucapkan
Dengan ribuan kata pedas
Menembus dada hatiku
Menyobek seluruh kepercayaan
Tak terucap dengan kata
Ribuan pukulan kau hantamkan
Aku tau itu masa kelam
Tapi kau tabur garam
Luka kembali menganga
Luka itu banjir darah kemarahan
Hanya bisa kutundukan luka
Dengan tetap tersenyum memandangmu
Komentar
Posting Komentar