Perjalanan di ODOP

  Day 14 ODOP ternyata udah 2 minggu aja dan saya masih bertahan walaupun kadang timbul rasa malas dan terkadang lelah akibat aktivitas seharian. Setiap belum stor PJ japri setiap peserta anggota yang kadang lupa atau malah nggak sama sekali seharian nggak buka WA group (kaya aku contohnya, wkwkwk) kadang mau buka sudah malas karena jumlah chat yang ratusan (huhuhuhu). Dimulai dari hari pertama sudah niat dan insyaAllah sampai akhir masih bisa gabung agar bakat ini tak hilang dan bisa bermangfaat.
Dalam waktu 2 minggu ini jatuh bangun kulalui karena sibuknya dari mata terbuka sampai mata mau tertutup, pagi hari aktifitas mengajar sampai sore jam 4 dilanjut mengajar TPQ di Desa. Pekerjaan ini tak bisa ditinggalkan untuk menulis karena setiap detik, menit dan Jam nya fokus dengan peserta didik. Habis maghrib masih mengajar Agama Remaja di Desa dan habis Isya’ belajar untuk diri sendiri. Baru setelah selesai sekitar jam 11 malam waktunya istirahat kusempatkan membuat karya ku. Namun, hal ini tidak membuatku menyesal atau mengeluh.
Dari kesibukan ini masih diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan setiap aktivitas sehari-hari (Alhamdulillah). Dengan ikutnya ODOP ini sama sekali tak membuatku lelah, mengeluh atau menyesal. Inilah hoby saya kesenangan sebuah kata yaitu kegemaran dengan setiap kata atau paragraph yang aku tuliskan adalah curahan, imajinasi atau keluhan. Dengan menulis tiba-tiba energi ku penuh dan penuh semangat, walau kadang taka da ide sama sekali saat harus menulis setiap hari tapi saya adalah tipe pengamat sekitar seorang perasa sehingga setiap apa yang saya lihat dan rasa akan saya tuangkan dalam setiap kata dan paragraph dalam tulisanku.
Dengan adanya ODOP ini saya di tuntut untuk disiplin dan terus berkarya setiap saat tidak berhenti di tengah jalan dan selalu menyelesaikannya tepat waktu. Dalam hal lain disini saya mendapat teman banyak dari berbagai daerah. Ini adalah hal yang luar biasa seperti kata pepatah “sekali mendayung dua tiga pulau terlampui”. Saya mengukuti ini untuk tetap bisa mengasah kemampuan saya tidak hanya itu saya juga mendapat ilmu dari para spesialis blogger, fiksi, non fiksi serta ahli-ahli lainya dalam hal menulis.
Hingga saat ini semangat saya belum menurun kritik dan saran kalian akan saya terus catat dan saya perbaiki hari demi hari. Karena kesuksesan butuh pengorbanan dan usaha ekstra. Jatuh maka bangkit lagi selagi nafas masih dan jantung berdetak saya masih mampu mengejar nya hingga akhir. Terimakasih untuk para PJ dan teman-teman group sayang kalian kudo’akan sehat selalu dan sukses.

Komentar

  1. Hai, ... Group ---> grup
    kudo'akan ---> kudoakan

    Salam literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kak , sudah kucatat kesalahan saya 😀😁😂 semoga tulisan berikutnya lebih baik

      Hapus
  2. Ga masalah kalau pakai bahasa serapan asing, asal dimiringin. Sebenarnya karena ini lebih ke ungkapan hati dan testimoni, tulisan mbak rosida bagus kok. Bukan keharusan untuk menyusun spasi dan titimangsa dengan ketat untuk genre tulisan testimoni. Akan tetapi memang dengan menaruh spasi, mata pembaca cenderung lebih relax. Hehehehe.

    Keep writing mba ros

    BalasHapus
  3. Semangat terus ODOPnya. Salam dari Nottingham.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer