Desa Tuntang

Day 10 ODOP kali ini saya menceritakan tentang Desa saya. Kali ini Tantangan pekan 2 sungguh memeras otak karena saya harus susun sistematika yang menarik agar para pembaca tidak bosan.

   Desa Tuntang, memang asing di telinga orang. Letaknya ditengah antara kota salatiga dan kota semarang membuat desa ini tak begitu dilirik orang. Desa ini memiliki banyak sejarah banyak kenangan, ribuan tempat indah yang belum terekspos masih perawan warga sebagian ingin menyembunyikan karena aset untuk anak cucu nanti. Namun masih banyak yang sudah terekspos seperti saloka yang dahulunya ada kolam renang RAWA PERMAI yang dulu setiap liburan banyak pengunjung berkali-kali kesana tetap menjadi kenangan. Goa rong yang berada di ketinggian bukti dapat melihat seluruh Desa ini lewat menjulangnya bukit yang berdiri kokoh. Rawa Pening sebuah rawa yang membentang dan dikelilingi gunung Merbabu, gunung kendali sodo dan gunung Telomoyo dengan cerita rakyat baru klinting si Ular besar yang bersembunyi di bawah rawa diceritakan setiap generasi dan kenangan bagi kita semua.
   Banyak bangunan peninggalan belanda yang menjadi tempat wisata seperti stasiun kereta Api Tuntang. model bangunan khas bangunan belanda masih berdiri sampai sekarang saya lihat rata-rata kayu yang digunakan adalah kayu jati yang terkenal awet dengan model bangunan dua pintu dan tinggi hampir dua mater gaya joglo pondasi tembok tidak memakai semen namun kapur putih dan pasir entahalah campuran apa yang digunakan lagi hingga sampai sekarang masih berdiri tampa adanya ingin runtuh.
   Banyak pohon yang masih tertanam, kadang saat setelah hujan suara gemricik hujan usai suara katak bersautan dan eceng gondok menari-nari karena adanya gelombang air akibat banyak tetesan hujan. Pelangi muncul banyak anak-anak berteriak sambil lari-lari tak menggunakan alas kaki bermain petak umpet dan dakon di emper rumah sembari menikmati serabi buatan ibu. Terlihat petani mencangkul sawah dan nelayan mencari ikan di luasnya Rawa Pening. Gunung-gunung terlihat hijau indah awan putih dan langit menjadi biru akibat pantulan air di Rawa Pening.
   Banyak yang merindu Desa ini , seberapa jauh dia merantau maka saat sukses dia akan kembali dan memajukan desa ini. Kecilku suka bermain disawah mencari keong dibalik lumpur coklat mencari belut untuk dimasak bersama teman-teman. Bermain air di kali mencari ikan kecil-kecil, mandi dikali bercanda ria di sawah yang hijau dengan luasnya.
   Desa ini penuh dengan kenangan banyak wisata yang belum saya sebutkan carilah di goggle dan lihatlah hijaunya Desaku karena didataran Tinggi kadang pada bulan-bulan penghujan banyak kabut meski tak setebal di daerah dataran dieng. Semoga esok Desa ini masih terjaga keindahanya

Ini adalah non fiksi silahkan bagi para pembaca apabila penasaran bisa langsung berkunjung dan mampir ke rumah saya 😇😇😇

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer